Pages

RELAWAN

RELAWAN

Senin, 14 November 2016

Senja Terakhir

Ini senja terakhir yang mungkin akan ku tinggalkan dia bersamamu,Senja yang kelabu, menertawakanku jelas sekali menghinaku.

Titip dia .. jaga dan biarkan dia menawan seperti biasanya... 
biarkan dia begitu lembut seperti biasanya.

Dan hei... Lengkungan indahnya jangan kau gaduh... 
Biarkan seperti itu. Nyaman dan teduh...
membuat jernih hati yang keruh.

Tak mungkin ku bisa memutar waktu... 
Nanti yg ada hanya kecewa Karena hati yang begitu sakit tergores sembilu...

Biarkan aku utk menoleh sesaat... 
Walaupun berat utk mengucapkan "selamat tinggal"... 

-1412

Jumat, 11 November 2016

Senja , Secangkir Kopi dan Dermaga

Hai senja ....
kita bertemu lagi, maukah kau kembali mendengarkan ceritaku sekarang ini ?
Ini bukan lagi di tepi pantai dengan ombak yang terus menari, ini adalah dermaga bisu yang menjadi tempatku untuk bisa melepas rinduku kepadamu.
Di sudut dermaga yang menjadi tempat anak manusia biasa termenung sendu.



Hai senja...
kau tentu heran kenapa aku di sini sendiri?
akan ku jelaskan. ...
Tadi dia di sini, cuma sebentar lalu pergi, meninggalkan aku bersama secangkir kopi. menggantikannya agar aku terlelap dan terus mengalirkan syair puisi.

Senja...
Aku berada di langit imajinasi paling tinggi saat ini, lihatlah kopi yang dibuatnya , menambah inspirasi, begitu pas dengan adukan lembut dan rasa manis yang begitu damai. Dia meraciknya dengan senyuman tulus untuk membuatku semakin jauh terbang berimajinasi.

Sore yang tentram sekarang ini ku duduk menerawang, begitu samar kadang, tapi cahaya merah langitmu membuatnya terang persis seperti pipinya yang malu-malu.

Senja .... kau juga tentu mengenalnya kan?
gadis yang biasa ku ceritakan ...
Gadis yang mempunyai lengkungan indah di wajahnya.. lihat sendirilah senyumnya, itulah bocoran sedikit dari Tuhan tentang surga.

Tapi sayangnya, dia tak bisa untuk ikut ngopi bersamaku, menikmati bersama pahit dan manisnya secangkir cairan hitam pekat ini, dan juga dia tak bisa lama-lama untuk duduk berdua di sudut dermaga ini, menyaksikan tumbuhan bakau yang melambai pelan diterpa angin, berbaris rapi bagaikan serdadu.
Dia memang tak suka kopi, juga tak bisa lama-lama di sini.
Tapi dia sama denganku,, menyukaimu senja.....

-1412
11-11-16

Kamis, 10 November 2016

Sajak : Tentangmu

Kau adalah bidadari biru yg langit turunkan saat embun pagi mmbasahi dedaunan...

Kau adalah mentari senja yang merona dengan wrna jingganya..

Kau adalah angin sepoy yang berhembus sejuk menentramkan jiwa..

Kau adalah keindahan dan kenyaman itu.. Senyummu menyaingi indahnya pelangi...

Kau adalah malam yang cantik dg bertaburan bintang2 sbagai kunang2 langit..

Tentu saja d tambah manisnya rembulan...

-dermaga sepi berteman dg scangkir kopi d saat senja...
-1412
10 -11-16

Jumat, 04 November 2016

Sajak : Bisikan Lacah Merah


Ini adalah tempat dimana carut marut kota tak lagi berkutik
Hanya ada semilir angin, sayap-sayap belerang yang mengayun lembut
dan sekawanan rindu yang tersungut-sungut dari balik hati,
Torehan yang kau sematkan semalam menebar darah di setapak cinta
Semakin beringsut kakiku

Semakin lacah campuran luka dan air mata
Kakiku kini bermandikan lumpur merah
Kubasuh jua dengan bulir bening ini,
Namun bekasnya tersenyum manis dikulum,
Arealku kini lacah semua dari kaki sampai puncak hati,
kunikmati
Ini sangat ku nikmati,

Semakin keatas semakin mencuat rasionalnya,
Lacah merah benar-benar memelukku dengan hangat
Menjadi guide hingga aku mendarat dipuncak rasa yang lebur
Kini aku dipuncak keheningan

Aku cukup berdiam disini
Memeluk hati sendiri
Menjeruji mata dari gambaran wajahmu
Serta menciumi sisa-sisa lacah merah dan sayap belerang dengan sumringah

 


By. Nia Erisa
4 November 2016

Kamis, 03 November 2016

Senja Si Gadis Biru

Sore itu, entah sore yang keberapa kali aku berada lagi di tempat ini, tempat yang selalu bisa membuat aku menikmati indahnya dunia, di pantai dengan ombak yang menderu dan tentu saja sajian senjanya yang indah.

Tapi, sore itu aku di sini tidak sendirian, aku bersamanya, gadis biru yang membuat jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya, mata ku yang mencuri pandang menatap wajah menyenangkannya, lihatlah penampilannya, dengan jilbab lembut berwarna biru langit, pas sepadan dengan warna baju kaos trendnya.

Menatap takzim cakrawala dan deburan ombak yang seakan tak pernah berhenti untuk berkejaran merapat ke garis pantai.
Perbincangan sore itu sederhana dan masih tentang senja.

Dia berkata dengan sedikit tersenyum,
“Aku paling suka dengan senja , aku yang suka menatapnya Aku yang begitu tentram dan damai saat melihat senja dengan corak warna indahnya”.

Dia diam sejenak dan kubalas dengan senyuman terbaikku, dalam hati aku berkata :
“Aku suka menatapmu, seperti senjamu, wajah dengan senyuman yang begitu indah, seperti senjamu, juga membuatku damai dan melihatnya begitu menyenangkan, seperti senjamu”.

Senyum tipis misteriusnya kembali membuaku terpesona seakan mengetahui apa yang kukatakan dalam hati ini, setidaknya dia tidak dapat mendengarkannya.

Dia kembali berkata :
“Saatku menatap senja membuat masalah sejenak terlupakan, membuat tenang dan menjadi tempat ku mengadu segala hal”.

Aku mendengarkannya, kembali ku katakan dalam hati, “Tapi aku, saat ku menatapmu, saat ku berada disampingmu membuatku melupakan banyak hal, kau juga membuatku tenang, kuharap ku bisa seperti senjamu”.

15 menit yang indah, bersama menatap senja dan menikmati betapa dunia begitu membuatku bahagia.

-1412

Selasa, 27 September 2016

Perempuan yang ku tinggalkan

Hai senja...
Apa kabarmu hari ini ?
lagi lagi aku mengeluh kepadamu , mengadu tentang rasa yang sedang terombang ambing.
Hati yang saat ini sedang gundah, tentang makhluk yang namanya perempuan.

bolehkah aku sedikit bercerita senja ?
maukah kau untuk tetap mendengarkanku?

Aku ingin bercerita tentang seorang perempuan yang membuat jantungku ini berdetak lebih cepat dari biasanya. Berada disampingnya bagaikan terbuai dengan hembusan angin sepoy yang menyejukkan.
Perempuan berhijab yang masih setia dengan birunya, dengan tampilan modis dan menarik untuk dipandang.

Matanya yang terkadang sedetikpun aku tak sanggup untuk menatapnya, mata itu terlalu indah dan bersinar. Ditambah dengan hiasan senyum yang sekilas disembunyikan tapi menarik.

Senja begitulah kira-kira gambaranku tentang dirinya,

Taukah kau senja apa yang ku rasakan saat ini ? sebuah rasa yang sebenarnya paling ku takutkan, kehilangan.

Saat terakhir kali aku bertemu dengannya di dermaga kayu tepian sungai Indragiri, perasaan hatiku tak setenang riak air sungai yang kala itu memancarkan bayangan mentari, tak sesejuk angin yang menggoyangkan pucuk pohon bakau yang banyak di sepanjang tepian sungai. Aku yang tak rela rasanya untuk pergi,  tapi itu adalah pilihan yang harus ku ambil untuk kelanjutan hidup ini.

Aku berkata pelan " sampai ketemu lagi".
dia membalas "iya, sampai ketemu lagi, entah kapan itu" Kalimat pendek yang membuat hatiku ngilu.

perih mendengarnya, tapi kupaksa untuk tetap kuat.

maaf senja aku terlalu banyak mengoceh? tapi, waktuku yang singkat bersamamu di sore ini lah yang bisa kupakai untuk bercerita .


Saat itu demaga menjadi saksi bisu, separuh hatiku tertambat di sana, separuh lagi tetap kuat . kupaksa untuk menguatkan.

terakhir ku berkata kepadanya "tunggu aku" dengan lantang seiring berjalannya speed boat yang memisahkan kami seakan tak peduli, hanya bisa terus melaju memecah air sungai .

Aku pergi dengan janji menjaga hati ini. tak akan ada rasa yang membuatnya berubah.

Terima kasih senja sudah mau mendengarkan ceritaku. Aku harap kau tak bosan bila ku datang lagi dengan cerita lain.

1412

PUISI : Ajarkan Aku

Engkau hadir bersama sepoy angin yang membawa kesejukan 
ketika diri dilanda kesedihan...
Hadirmu.. 
kau ajarkan aku cara bahagia... 
kau ajarkan aku rasanya cinta 
kau ajarkan aku cara untuk tersenyum...
Engkau pergi bersama mentari di ujung senja... 
disaat jiwa mulai belajar untuk memahamimu... 
kau lupa... 
saat kau pergi.. 
Kau tidak ajarkan aku untuk hidup dengan sepotong hati. 
kau tidak ajarkan aku rasanya sepi 
kau tidak ajarkan aku cara merindu... 
1412 
3 Ramadhan 
8-6-16