Pages

RELAWAN

RELAWAN
Tampilkan postingan dengan label Tentang Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2015

Gunung : 5 Gunung di Sumbar Yang Bisa Kamu Daki Minimal Sekali Seumur Hidup


Akhir-akhir ini lagi tren banget kayaknya travelling mendaki gunung. Di instagram dalam beberapa bulan terakhir juga banyak yang posting foto lagi di Gunung.
Nah, kalau di Sumbar juga ada nih Gunung yang bisa kamu daki untuk kamu yang memang menyukai atau hobi berpetualang dan menyukai tantangan. Yuk, simak postingan berikut:

1. Gunung Marapi

Gunung Marapi
Gunung Marapi

Jangan salah sebut ya, ini Gunung Marapi, pakai ‘a’. Kalau gunung Merapi itu di Yogyakarta. Gunung ini memiliki tinggi kurang lebih 2.891 mdpl dan berdampingan dengan Gunung Singgalang.

Gunung Marapi memang sudah menjadi salah satu objek wisata pegunungan dan memang sudah menjadi rute favorit bagi para pecinta alam ataupun pendaki gunung. Yang datang ke sini mulai dari orang Sumbar sendiri, dari luar daerah dan dari luar negeri juga.

Di puncak Gunung Marapi terdapat beberapa kawah dan dari puncaknya kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Kita bisa melihat keindahan alam ranah minang dari ketinggian.

2. Gunung Singgalang

Telaga Dewi Gn. Singgalang
Telaga Dewi Gn. Singgalang via psikek.wordpress.com

Gunung Singgalang bersebelahan dengan Gunung Marapi. Memiliki ketinggian 2.887 mdpl dan dibutuhkan waktu 6 jam untuk menuju puncaknya dengan pendakian. Ada 3 jalur utama untuk mendaki Singgalang, yaitu Koto Baru, jalur Toboh dan Jalur Balingka.

Salah satu bagian menarik di Gunung ini adalah kawasan cadasnya dimana dari sini (kalau beruntung) kita bisa melihat langsung pemandangan Kota Padangpanjang dan Bukittinggi.

Selain itu di Singgalang ini juga terdapat hutan lumut sebelum mencapai puncak kita juga bisa menemukan Telaga Dewi, yang merupakan bekas kawah mati. Telaga Dewi inilah yang selalu menjadi daya tarik tesendiri dari Gunung Singgalang.

Dari Telaga Dewi untuk mencapai puncak diperlukan waktu satu jam kurang lebih.

3. Gunung Talang

Pemandangan Tiga Danau dari Gunung Talang
Pemandangan Tiga Danau dari Gunung Talang |

Gunung Talang terletak di Kabupaten Solok dan memiliki ketinggian 2.597 mdpl serta merupakan gunung berapi aktif bertipe stratovolcano dan pernah meletus pada tahun 1833.

Salah satu pesona Gunung Talang ini selain hutannya yang masih asri adalah pemandangan dari puncaknya. Dari puncak kita bisa melihat tiga danau sekaligus yaitu Danau Atas, Danau Bawah dan Danau Talang.

4. Gunung Tandikek

Kawah Tandikek via rantinghijau.wordpress.com
Kawah Tandikek via rantinghijau.wordpress.com

Gunung Tandikek sebenarnya masih jarang didaki oleh pendaki gunung. Namun Gunung tandikek yang memiliki ketinggian 2438 mdpl ini memiliki pesona tersendiri. Di puncaknya terdapat kawah besar yang sudah tidak aktif lagi. Salah satu jalur pendakian untuk mendaki Gunung ini adalah melalui Singgalang Gantiang.

5. Gunung Talamau

Telaga di Puncak Gunung Talamau via rantinghijau.wordpress.com
Telaga di Puncak Gunung Talamau via rantinghijau.wordpress.com

Gunung Talamau berada di Kabupaten Pasaman Barat dan merupakan Gunung api yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Talamau memiliki ketinggian 2982 mdpl.

Salah satu pesona Gunung Talamau adalah 13 buah telaga yang terlihat dari puncaknya. Telaga ini cukup unik, karena setiap orang yang datang akan melihatnya dengan jumlah yang berbeda.

Sumber : infosumbar.net

Senin, 15 Juni 2015

Wisata : Air Terjun Nyarai, Lubuk Alung

Air Terjun Nyarai merupakan salah satu air terjun terindah yang kami temukan di Sumatera Barat. Air Terjun ini terletak di Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat. Butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk mencapai air terjun, jika mulai berjalan dari mulut hutan.
 
Perjalanan ke air terjun di awali dengan melewati persawahan warga, setelah itu menyusuri hutan ulayat atau hutan warga gamaran.

Selama perjalanan kita akan melewati beberapa lubuak yang indah, ada Lubuak Lalang, ada Lubuak Ngugun, kolam dari batu yang terbentuk alami, selanjutnya Lubuak Batu Tuduang, di lubuak ini potensi ikannya banyak, dan Sikayan tabiang.

 Rute yang dilalui tidak berbahaya, jika tidak di guyur hujan jalan yang di lalui sangat menyasikkan. Diperlukan 2 sampai 3 kali istirahat, istirahat pertama di dalam hutannya, istirahat kedua di penyebrangan.
Air Terjun Nyarai, jika dideskirpsikan tinggi air terjun ini kira-kira 7-8 meter, jika musim panas guyuran airnya tidak terlalu deras. Hal yang menarik dari air terjun ini adalah kolam besar, dengan air bewarna kehijauan, kolam ini tepat berada di depan air terjun.











-1412


Wisata : Muaro Lasak, Padang

Muaro Lasak merupakan wisata pantai yang ada di Kota Padang.
Di tempat ini kita bisa menikmati keindahan Pantai Padang, bersantai sejenak menikmati suara deburan ombak dan matahari terbenam.




Wisata : Air Tejun Sarasah, Gadut

Hari ini untuk ketiga kalinya saya pergi ke tempat yang menurut saya begitu indah. Tempat yang masih asri dengan alamnya.
Air tejun dengan bentuk dan keindahan seni dari Sang Pencipta.

kali ini, perjalanan di awali dari kampus Universitas Negeri Padang.

Diperlukan setengah jam perjalanan dengan sepeda motor menuju simpang gadut, dari simpang tersebut hanya sekitar 15 mnt menuju tempat parkir motor, dan dilanjutkan kira-kira 15-20 menit berjalan kaki ketujuan utama.

Untuk biaya masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar Rp.3000/orang dan parkir Rp.3000/motor.
dan jangan lupa membawa bekal makan siang untuk menikmati lebih lama tempat wisata ini.
Catatan : Sampah bisa di letakkan di plastik sampah yang ada atau bisa membawa nya pulang untuk dibuang di tempat sampah.





Selama perjalanan, jalur yang dilalui adalah menyusuri sungai berbatu yang cukup licin sehingga perlu berhati-hati.


Suara air mulai terdengar dan di depan mata sudah terlihat air terjunnya.






Kita bisa naik ke tingkat yang ada di atasnya, tetapi dengan track yang sedikit licin.
Dibantu dengan tali yang telah disediakan.




Diharapkan hati-hati saat berjalan di tanjakan menuju tingkat kedua ini.


Di tingkat yang kedua ini kita bisa beristirahat, sholat dan makan. sejenak mendengarkan suara air yang jatuh menghantam bebatuan.





Setelah perut terisi, masih ada perjalanan yang dilakukan dengan melanjutkan ketingkat yang ketiga.
untuk menuju tingkat tiga track nya sama seperti menuju ke tingkat 2 ,sedikit licin sehingga agak berbahaya.




Di tingkat tiga ini kita bisa menyegarkan badan dengan berenang.






-1412

Kamis, 21 Mei 2015

Gunung : Cerita Baru dari Tepi Cadas

Hari yang dinanti pun tiba, setelah sekian lama menunggu untuk kembali ke tempat yang dulu pernah kudatangi, penuh kenangan . Tempat dimana dua tahun lalu kaki di sana ...
Gunung Marapi, 2891 mdpl.

Jum'at...16.00 WIB
Sore itu, bersama teman-teman yang lain kami berkumpul untuk mempersiapkan perlengkapan, cek kembali logistik dan menunggu anggota yang lain. Kami akan pergi pendakian sembilan orang, lebih banyak dari pada dua tahun lalu yang hanya berempat orang.

18.20 WIB

Adzan  maghrib berkumandang, sebelum melakukan perjalanan yang akan melelahkan kami menghadap Sang Pencipta Alam, berharap perjalanan akan diberkahi dan diberi kelancaran.
Setelah yakin semua telah lengkap, perjalanan pun dimulai. 3 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari Padang menuju Kota Baru, Agam.

Sekitar jam 10 malam kami tiba di Pasar Kota Baru, cuaca malam tidak terlalu dingin, mungkin karena diri ini telah terbakar semangat yang menggebu-gebu untuk perjalanan ini.
Kami menuju posko untuk melapor. Telah banyak pendaki lain yang saat itu telah naik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kendaraan yang didominasi sepeda motor terparkir di sekitar posko.
Juga saat sedang mengurus pelaporan, sesekali lewat sekelompok pendaki dengan ransel-ransel besar yang juga akan mendaki gunung.
Setelah siap melapor, dan ini lah perjalanan segera dimulai. Diawali dengan doa  bersama mengharapkan kelancaran kepada Sang Pencipta Alam.

Rencana kami malam itu akan camp di pondok, tidak langsung menuju puncak. Perjalanan kali ini adalah perjalanan santai dan pendakian pertama untuk beberapa anggota.

Seakan membelah gelapnya malam , berjalan dengan penerangan seadanya. Setelah tiba di tempat camp yang direncanakan , ternyata tempat itu teah banyak berdiri tenda-tenda pendaki lain. Tidak ada tempat yang kosong untuk mendirikan tenda kami.
Kami pun memilih mencari tampat camp lain.

Sesekali terdengar suara hewan hutan yang malam itu menyambut kami datang.
Setelah berjalan menembus gelapnya rimbun pepohonan, kami tiba di sebuah sumber air. "mata air koncek", ya itulah sebutan untuk sumber air tersebut. Sambil beristirahat sambil mengisi persedian air dan berbincang dengan pendaki lain.

Beberapa menit kemudian perjalanan pun dilanjutkan. Kami menemukan tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Dan kami memutuskan untuk camp di tempat itu. Beristirahat untuk malam ini.
Tenda mulai didirikan oleh sebagian anggota dan sebagian lagi memasak air untuk membuat kopi hangat, yang memang sangat cocok untuk malam itu.

Sabtu, 07.00 WIB

Matahari telah muncul, aktifitas pagi ini pun dimulai.
Aku dan beberapa anggota cewek  mulai memasak air dan menyiapkan sararapan untuk pagi itu. Menu yang enak untuk tempat seperti ini, sambal ikan teri kacang plus mie instan. Cukup untuk menambah energi untuk memulai perjalanan yang masih jauh di depan.




Sarapan selesai, barang-barang kembali di masukkan ke dalam tas carrier dan wajah penuh semangat pagi itu tampak jelas dari seluruh anggota.

Bagi merekan yang pertama kali melakukan pendakian memang ini adalah sesuatu yang paling ditunggu-tunggu dan akan pengalaman yang tak akan terlupakan nantinya.
Tapi untuk mereka yang sudah pernah melakukan pendakian sebelumnyam terutama bagiku, pendakian ini adalah perjalanan mengulang kisah lama di tempat yang sama dengan orang-orang yang berbeda.

08.30 WIB

Perjalanan dimulai...
perlahan tapi pasti kaki mulai melangkah melalui jalan yang terus menanjak.
Kami merencanakan untuk camp selanjutnya di cadas. Tapi karena banyaknya pendaki lain yang telah sampai ke cadas, kamipun mengatur strategi.



Anggota yang membawa tenda  dan logistik berjalan duluan untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda . Sedangkan yang lainnya dibelakang bersama dua anggota cewek.

12.30 WIB
Aku bersama dua anggota lain telah sampai di mata air . Tempat ini disebut "Pintu Angin",  tempat mengisi persediaan air untuk  mengisi persediaan air minum.
Dua anggota lain telah tiba di cadas dan mendirikan tenda.

Sambil sejenak beristirahat, perlahan kenangan beberapa tahun silam kembali teringat. Di tempat sekarang aku istirahat, tempat yang sama  dengan cerita yang berbeda (andai saja...)

Setelah lama, seluruh anggota telah berada di cadas. sekedar beristirahat, dan berfoto dan senja pun datang. Fajar tertutup kabut dan sedikit menampakkan puncak Singgalang di seberang sana.









Saat itu hari dimana aku menghirup udara kebebasan . Bebas dari urusan sehari-hari. dan sesekali melihat lampu-lampu kota Padang Panjang dan Bukittinggi seperti segerombolan kunang-kunang. Dan tenda pendaki lain yang meramaikan suasana.

Sebenarnya, aku ingin merasakan sedikit suasana sepi, yang ramai dengan sorak sorai suara manusia.





Rintik hujan turun sedikit disertai angin yang agak kencang, Badai sepertinya akan datang.

Aku paham kenapa dulu Soe Hook Gie dan pendaki lain menyukai puncak. Mereka menikmati kesunyian, apalagi Gie. Abu jenazahnya yang disebarkan di lembah mandalawangi menikmati kesendirian itu, bebas dari masalah terurama "lumpur-lumpur politik yang kotor".

Seperti kalimat yang kubaca dalam sebuah novel "Alam Selalu memanggil-manggil". Aku sedikit paham apa maksudnya. Rasa cinta dan syukur kepada Sang Pencipta Alam inilah yang memanggil. Semuanya hilang ditelan ambisi dan keinginan dunia di bawah sana.

Hari itu hanya dihabiskan dengan perjalanan, foto-foto, menyapa pendaki lain dan tidur.

Minggu,
05.45 WIB

Cukup secara singkat ku akhiri cerita saat hari ini. Dihari terakhir kami menuju puncak marapi. Perjalanan saat itu diwarnai dengan sebuah tragedi..
Berharap melihat sunrise, fajar yang telihat begitu cerah tapi tidak untuk jiwa ini.
Berkeliling menikmati pemandangan, mengukir kembali jejak lama. Menuju taman edelweis bunga yang kata pendaki adalah bunga abadi, taman yang indah, tapi tidak untuk jiwa ini.
Semua seperti lain setelah melihat tragedi itu, membuat menjadi tak cerah, dan membuatnya menjadi tak indah.
Merenung sejenak memikirkan kehidupan.

Bergegas turun setelah barang-barang kembali di simpan ke dalam tas.
Aku paling belakang besama tiga anggota lain, satu laki-laki dan dua orang perempuan. Sedangkan yang lain telah jauh di depan.


Semua memang tak seperti dulu
tempat memang sama
tapi arti perjalanan yang berbeda
bagaimana anda memberi arti sebuah kehidupan ?
Siapkah dengan datangnya kematian ?
Kita tak tahu.
Semua telah diatur

banyak cerita lain di balik semua ini,
rasanya seperti menunggu purnama
ketika hujan lebat turun di malam hari

"Alam telah menyatukan semuanya".

-1412