Pages

RELAWAN

RELAWAN

Sabtu, 27 Juni 2015

Kisah Cinta : Akhir Sebuah Penantian

Kini semua menjadi biasa, tak terasa waktu cepat berlalu. Lima tahun waktu yang lama membuat diri ini terbiasa, wajah itu memang masih terbayang jelas, tapi tak lagi secerah dulu.
Setidaknya aku sudah bisa tersenyum sekarang.

Di sini, di tempat yang penuh kenangan indah dulu, aku selalu pergi ke sini, karena aku yakin kesempatan untuk bersama lagi itu pasti ada, walaupun sedikit.
Aku berharap...

Dulu, sebelum dia pergi, kami yang masih  saling mencintai, karena itu air mata begitu deras mengiringi perpisahan.
Ku masih memegang janji itu, menjaga rasa yang ada dalam hati ini, dan tak akan ku biarkan rasa ini berubah.

Sore itu, masih sendiri ditemani suara ombak pantai, tampak dari kejauhan sesosok bayangan yang ku kenal.
Sosok yang lama ku tunggu, terbelenggu dalam penantian.
Dia perlahan menghampiriku.....
Apakah ini nyata ?
Atau hanya sebuah fatamorgana ?

Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya ....

Perlahan wajah itu semakin jelas dan berjalan mendekatiku sambil tersenyum..
Senyum indah itu ...
Bagaikan lengkungan pelangi yang indah ....
Aku mengenali senyuman itu.

Penantian yang lama..
Inikah akhir dari penantian itu ...?
Aku bahagia melihat senyuman itu, melihat mata yang menatapku dengan hangat lagi..

Perbincangan setelah lama tak bertemu membuat sore itu penuh kehangatan.
Inilah aku, menjadi aku yang sebenarnya saat di sampingnya, penuh tawa ...

"Aku tidak pernah melupakan kenangan itu, yang selalu terasa indah bersamamu."

ku yakin, saat ini pasti akan datang.

-dhany1412

Senin, 22 Juni 2015

Manusia Bebas


Dalam hatiku, manusia bebas bukanlah manusia yang tidak mencintai siapapun dengan sangat tetapi manusia yang mampu mencintai siapapun dengan loyalitas tanpa pamrih.

Dalam pikiranku, manusia bebas bukanlah manusia yang melepaskan diri dari tanggung jawab sosial tetapi manusia yang selalu berkeinginan merealisasikan tanggung jawab sosial.

Dalam renunganku, manusia bebas bukanlah manusia yang memiliki ketidakpedulian di hati tetapi manusia yang senantiasa belajar peduli dalam bentuk tradisi memberi.

Dalam khayalanku, manusia bebas bukanlah manusia yang tidak mengacuhkan etika dan hukum tetapi manusia yang mengikatkan diri pada prinsip etika dan hukum.

Dalam konsepku, manusia bebas bukanlah manusia yang tidak ingin membahagiakan orang lain tetapi manusia yang selalu ingin menebarkan kebahagiaan pada banyak hati orang lain.

Dalam mimpiku, manusia bebas bukanlah manusia yang berkehendak tanpa batas manusiawi tetapi manusia yang mampu membatasi keinginan pribadi untuk selalu tertuju pada kebajikan dalam hidup.

Dalam diamku, manusia bebas bukanlah manusia yang selalu berprasangka buruk kepada sesama manusia dan Tuhan tetapi manusia yang selalu menanamkan pada diri prasangka baik kepada sesama manusia dan kepada Tuhan-nya.

Dalam harapku... manusia bebas adalah manusia yang mengikatkan keabadian diri pada ketulusan, kejujuran, dan kebaikan dalam hati serta pada perilaku sehari-hari.

Sumber :  kompasiana.com

Jumat, 19 Juni 2015

Kisah Cinta : Tempat yang Tepat

Untuk kesekian kalinya, kau dan aku di sini, kita bersama dengan air mata yang jatuh dari matamu, isak tangis yang tak tertahan.

Suara ombak pantai yang hilang bersama tangisanmu, tak peduli dengan semua, ku hanya bisa menatapmu menangis di bahuku.


Suasana memang begitu indah saat kurang dari 60 detik matahari akan segera tenggelam, langis yang merah keemasan  membuat sang fotografer mengabadikan keindahan ini dari kameranya, sang penyair yang mendapatkan inspirasi tentang sajak cinta, dan sang penyanyi yang menyanyikan lagu yang merdu nan indah.

Memang semua begitu indah, tapi tidak dianggap indah oleh dia yang kini sedang menangis di sampingku saat ini.
Entah berapa kali ini terus terjadi. Saat dia sedang sedih, dia akan mencariku sebagai tempat yang nyaman baginya untuk menangis.
Aku tak bisa berkata banyak saat dia menangis, saat dia menceritakan tentang kekesalannya dengan laki-laki yang dia sukai.
Ya.... dia menangis dan menceritakan segala kekecewaannya dengan pacarnya, akulah yang mendengarnya.

Aku tak bisa bicara banyak kepadanya, yang bisa kulakukan hanya mendengarkan tangisannya dan bahuku yang menjadi sandarannya.

Aku berusaha membuatnya ceria kembali agar air matanya terhenti, agar senyum bagai lengkungan indahnya pelangi hadir kembali. Tapi biarlah saat ini ku biarkan dia menangis.


Ada satu hal yang tidak diketahuinya ketika dia menangis dan bercerita tentang pacarnya kepadaku, bahwa hatiku ini selalu retak dan akan hancur.
Bagaimana mungkin ku bisa mencintai orang dia yang sedang menangis ini dalam diamku ?
Bagaimana mungkin aku tega melihat dia menangis karena orang lain ?

Tapi yang penting dia menganggap ku tempat ternyamannya saat dia bersedih. Tetap ku buat senyum dibibirku walau terpaksa.

Aku mengetahui kau milik orang lain, dan kau menceritakan tentang orang lain itu kepadaku dan menangis karenanya, kau tek pernah tau bahwa aku mencintaimu.
Itu mungkin harapan lebihku untuk bisa selalu bersamamu, selalu berada disampingmu dan tak akan membaut air mata mu itu menetes membasahi pipimu.

Kau menangisi seseorang yang telah membuatmu kecewa, tanpa kau ketahui kau menangis di sampingku yang selalu ingin membuatmu bahagia.
Ku harap suatu saat kau akan menyadari itu....


Yƫgureni wa, issho ni watashi ga kakarimasu
Koko demo naki wa sonzai shimasen

-1412

Rabu, 17 Juni 2015

Gunung : 5 Gunung di Sumbar Yang Bisa Kamu Daki Minimal Sekali Seumur Hidup


Akhir-akhir ini lagi tren banget kayaknya travelling mendaki gunung. Di instagram dalam beberapa bulan terakhir juga banyak yang posting foto lagi di Gunung.
Nah, kalau di Sumbar juga ada nih Gunung yang bisa kamu daki untuk kamu yang memang menyukai atau hobi berpetualang dan menyukai tantangan. Yuk, simak postingan berikut:

1. Gunung Marapi

Gunung Marapi
Gunung Marapi

Jangan salah sebut ya, ini Gunung Marapi, pakai ‘a’. Kalau gunung Merapi itu di Yogyakarta. Gunung ini memiliki tinggi kurang lebih 2.891 mdpl dan berdampingan dengan Gunung Singgalang.

Gunung Marapi memang sudah menjadi salah satu objek wisata pegunungan dan memang sudah menjadi rute favorit bagi para pecinta alam ataupun pendaki gunung. Yang datang ke sini mulai dari orang Sumbar sendiri, dari luar daerah dan dari luar negeri juga.

Di puncak Gunung Marapi terdapat beberapa kawah dan dari puncaknya kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Kita bisa melihat keindahan alam ranah minang dari ketinggian.

2. Gunung Singgalang

Telaga Dewi Gn. Singgalang
Telaga Dewi Gn. Singgalang via psikek.wordpress.com

Gunung Singgalang bersebelahan dengan Gunung Marapi. Memiliki ketinggian 2.887 mdpl dan dibutuhkan waktu 6 jam untuk menuju puncaknya dengan pendakian. Ada 3 jalur utama untuk mendaki Singgalang, yaitu Koto Baru, jalur Toboh dan Jalur Balingka.

Salah satu bagian menarik di Gunung ini adalah kawasan cadasnya dimana dari sini (kalau beruntung) kita bisa melihat langsung pemandangan Kota Padangpanjang dan Bukittinggi.

Selain itu di Singgalang ini juga terdapat hutan lumut sebelum mencapai puncak kita juga bisa menemukan Telaga Dewi, yang merupakan bekas kawah mati. Telaga Dewi inilah yang selalu menjadi daya tarik tesendiri dari Gunung Singgalang.

Dari Telaga Dewi untuk mencapai puncak diperlukan waktu satu jam kurang lebih.

3. Gunung Talang

Pemandangan Tiga Danau dari Gunung Talang
Pemandangan Tiga Danau dari Gunung Talang |

Gunung Talang terletak di Kabupaten Solok dan memiliki ketinggian 2.597 mdpl serta merupakan gunung berapi aktif bertipe stratovolcano dan pernah meletus pada tahun 1833.

Salah satu pesona Gunung Talang ini selain hutannya yang masih asri adalah pemandangan dari puncaknya. Dari puncak kita bisa melihat tiga danau sekaligus yaitu Danau Atas, Danau Bawah dan Danau Talang.

4. Gunung Tandikek

Kawah Tandikek via rantinghijau.wordpress.com
Kawah Tandikek via rantinghijau.wordpress.com

Gunung Tandikek sebenarnya masih jarang didaki oleh pendaki gunung. Namun Gunung tandikek yang memiliki ketinggian 2438 mdpl ini memiliki pesona tersendiri. Di puncaknya terdapat kawah besar yang sudah tidak aktif lagi. Salah satu jalur pendakian untuk mendaki Gunung ini adalah melalui Singgalang Gantiang.

5. Gunung Talamau

Telaga di Puncak Gunung Talamau via rantinghijau.wordpress.com
Telaga di Puncak Gunung Talamau via rantinghijau.wordpress.com

Gunung Talamau berada di Kabupaten Pasaman Barat dan merupakan Gunung api yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Talamau memiliki ketinggian 2982 mdpl.

Salah satu pesona Gunung Talamau adalah 13 buah telaga yang terlihat dari puncaknya. Telaga ini cukup unik, karena setiap orang yang datang akan melihatnya dengan jumlah yang berbeda.

Sumber : infosumbar.net

Senin, 15 Juni 2015

Wisata : Air Terjun Nyarai, Lubuk Alung

Air Terjun Nyarai merupakan salah satu air terjun terindah yang kami temukan di Sumatera Barat. Air Terjun ini terletak di Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat. Butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk mencapai air terjun, jika mulai berjalan dari mulut hutan.
 
Perjalanan ke air terjun di awali dengan melewati persawahan warga, setelah itu menyusuri hutan ulayat atau hutan warga gamaran.

Selama perjalanan kita akan melewati beberapa lubuak yang indah, ada Lubuak Lalang, ada Lubuak Ngugun, kolam dari batu yang terbentuk alami, selanjutnya Lubuak Batu Tuduang, di lubuak ini potensi ikannya banyak, dan Sikayan tabiang.

 Rute yang dilalui tidak berbahaya, jika tidak di guyur hujan jalan yang di lalui sangat menyasikkan. Diperlukan 2 sampai 3 kali istirahat, istirahat pertama di dalam hutannya, istirahat kedua di penyebrangan.
Air Terjun Nyarai, jika dideskirpsikan tinggi air terjun ini kira-kira 7-8 meter, jika musim panas guyuran airnya tidak terlalu deras. Hal yang menarik dari air terjun ini adalah kolam besar, dengan air bewarna kehijauan, kolam ini tepat berada di depan air terjun.











-1412


Wisata : Muaro Lasak, Padang

Muaro Lasak merupakan wisata pantai yang ada di Kota Padang.
Di tempat ini kita bisa menikmati keindahan Pantai Padang, bersantai sejenak menikmati suara deburan ombak dan matahari terbenam.




Wisata : Air Tejun Sarasah, Gadut

Hari ini untuk ketiga kalinya saya pergi ke tempat yang menurut saya begitu indah. Tempat yang masih asri dengan alamnya.
Air tejun dengan bentuk dan keindahan seni dari Sang Pencipta.

kali ini, perjalanan di awali dari kampus Universitas Negeri Padang.

Diperlukan setengah jam perjalanan dengan sepeda motor menuju simpang gadut, dari simpang tersebut hanya sekitar 15 mnt menuju tempat parkir motor, dan dilanjutkan kira-kira 15-20 menit berjalan kaki ketujuan utama.

Untuk biaya masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar Rp.3000/orang dan parkir Rp.3000/motor.
dan jangan lupa membawa bekal makan siang untuk menikmati lebih lama tempat wisata ini.
Catatan : Sampah bisa di letakkan di plastik sampah yang ada atau bisa membawa nya pulang untuk dibuang di tempat sampah.





Selama perjalanan, jalur yang dilalui adalah menyusuri sungai berbatu yang cukup licin sehingga perlu berhati-hati.


Suara air mulai terdengar dan di depan mata sudah terlihat air terjunnya.






Kita bisa naik ke tingkat yang ada di atasnya, tetapi dengan track yang sedikit licin.
Dibantu dengan tali yang telah disediakan.




Diharapkan hati-hati saat berjalan di tanjakan menuju tingkat kedua ini.


Di tingkat yang kedua ini kita bisa beristirahat, sholat dan makan. sejenak mendengarkan suara air yang jatuh menghantam bebatuan.





Setelah perut terisi, masih ada perjalanan yang dilakukan dengan melanjutkan ketingkat yang ketiga.
untuk menuju tingkat tiga track nya sama seperti menuju ke tingkat 2 ,sedikit licin sehingga agak berbahaya.




Di tingkat tiga ini kita bisa menyegarkan badan dengan berenang.






-1412