Pages

RELAWAN

RELAWAN

Jumat, 27 Mei 2016

Inikah Rasanya Merindu ?


Aku masih di sini .
Mencoba untuk menutup sedikit rasa yang mengganggu setiap kali datang.
Secara tiba-tiba, begitu saja terlintas bayangannya.
Apa yang bisa ku lakukan?
Hanya bisa mengingat dan itu yang jadi pengobat untuk hati ini yang telah sedikit tergores.

Kadang kucoba membuka lagi foto lama bersamanya.
Memori yang indah saat senyumku masih tulus karena bersamanya.
Dia.
Pria di seberang daratan tempatku berpijak. Begitu sulit rasanya untuk menggapai raganya. Setiap waktu hanya bisa menanti kabar.

Ketahuilah aku di sinii bersama rasa rindu yang tak kunjung mereda. Mencoba mengisinya dengan seribu rutinitas.
 Tapi yang namanya rindu ....
tak kunjung mereda.
Hati yang telah bersatu tak bisa untuk diminta sebagian pergi apalagi dengan paksa membunuhnya dengan kejam. ..
Hanya terus mendamba.

Teringat seesaat sebelum kepergian di hari penuh pilu itu.
Terakhir pertemuan untuk sebuah perpisahan.
Waktu yang bisa berputar dengan cepat dan berlalu begitu saja kurasakan membeku tiba-tiba.
Disaat aku belum menyadari pegangan erat tangannya yang begitu hangat tapi berbeda.

Pria yang ku kenal selalu berwajah ceria, dengan mata tajam bersinar seperti bintang malam, senyum tipis mempesona yang tak pernah ku lupa.
Tapi sore itu....
Pria itu tak seperti yang ku kenal, wajah ceria tergantikan guratan sendu, mata tajam melukiskan kepiluan dan sinarnya meredup, senyum tipis telah hilang dan terhapus.

Sore yang seharusnya indah dengan jingganya dan alunan debur ombak yang biasa bak melodi cinta membuat kita terbuai. Hari itu menjadi sore terakhir ku lihat cakrawala bersamanya, jingga hanya terlihat kelam dan ombak terasa hening dan senyap tak lagi membuai.

Perpisahan harus dihadapi tapi kata-kata yang terucap dari mulutnya itu membuat goresan luka yang kau sembuhkan dulu kembali menganga. Aku tak sanggup berkata.

Ah .. sudahlah..
Aku tak bisa berbuat apa-apa perlu disadarkan diri ini yang hanya bisa terus bermimpi. Aku hanya gadis malang yang terus dalam penantian. Menahan tangisan saat rindu yang perih ini datang. Perlahan ku belajar untuk terus bertahan.

Banyak yang berubah...
Senja yang tak lagi menjingga,
Hujan yang tak lagi bisa melantunkan irama cinta,
separuh hati yang hilang bersama angin membawa keperihan dan cerita yang iba.

Entah sampai kapan...
ku kan sanggup bertahan...

-1412

Jumat, 20 Mei 2016

Gadis Biru

Lihat dia,
masih berdiri di tepi bibir pantai disore ini, seorang gadis dengan jilbab biru lembut berbahan halus membuatnya begitu menawan, kaos biru cerah lengan panjang yang membuat aura dirinya memancarkan pesona stelan rok jeans yang membuatnya trendy dan santai.

Dia masih asik dengan senjanya, sedangkan aku masih membiarkanya dengan hal yang dia sukai itu. Menatap senja ... senja yang selalu berbeda, senja yang selalu misterius dengan warnanya, tapi itulah yang indah baginya saat ini.

Dia menatap dalam kearah titik lingkaran cahaya yang perlahan tenggelam di laut lepas. Melirik sekilas anak-anak yang berlarian di tepi pantai. Memandang cakrawala yang berwarna keemasan, suara debur ombak pun tak membuatnya hilang fokus dengan suara berisiknya. Gadis biru yang hanyut akan senjanya.

Lama aku tak berjumpa dengannya. Kini pertemuan setelah lama berpisah aku agendakan waktu untuk bersamanya, ketempat favoritnya. Masih dengan hal yang tak pernah kulupa dan masih menjadi kebiasaannya. Menatap senja.... Aku mengikuti caranya.

Pernah ku bertanya kepadanya, si gadis biru ini : Kenapa ku menyukai senja? jawaban yang ku dapat begitu sederhana, karena setiap senja tak pernah sama, hal itu tak pernah membosankan. Aku suka caranya mengartikan senja....

Setelah lama berpisah, ku perhatikan tak ada hal yang berbeda dari dirinya. Masih tentang senja dan ada dua hal lagi yang masih sama.  

Pertama , senyuman yang menentramkan jiwa. Inilah yang membuatku terpesona dan suka kepadanya. Aku awalnya cuma tau bahwa pelangi adalah lengkungan yang indah diciptakan Tuhan. Ternyata ada yang lebih indah yang Dia berikan kepada seorang gadis beruntung di bumi ini, kepadanya. Lengkungan indah dari raut wajah selalu ceria. Lengkungan yang selalu mendamaikan jiwa dan membuat terpana. Jika ia berkata melihat senja membuatnya tidak pernah bosan karena tiap hari berbeda. Menurutku melihat senyumya membuatku tak pernah bosan walaupun tiap hari selalu sama. ya..Slalu sama indahnya.

Banyak hal yang mendefinisikan senyumnya membuat kata-kata akan habis terpakai. Biarlah yang sedikit ini cukup untuk mewakili penggambaran tentang dirinya.

Kedua, Dia yang selalu dengan birunya. Dia yang menyukai senja dengan warna jingganya, tapi aku menyukainya dengan birunya.

Aura terpancar saat ia mengenakan stelan biru. Warna yang menjadi favoritnya dan cukup mewakili tentang nya, terlihat cocok dengannya. dia memang cocok sebagai “Gadis Biru”.


Jinga telah habis dan langit mulai gelap. Mentari beristirahat untuk besok mulai menyinari lagi. Dia menatapku dengan senyuman yang tulus, dengan mata yang seolah menyampaikan “ temani aku kesini lagi esok hari”.

1412

Selasa, 17 Mei 2016

KSR PMI Unit UNP : Donor Darah , Bukti Nyata Untuk Berbakti



Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Negeri Padang bekerja sama dengan Bank Mestika melaksanakan Aksi Donor Darah pada Rabu (20/4). Acara ini berlangsung di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP.

Acara ini merupakan rangkaian dari HUT Bank Mestika ke-61 yang bermaksud untuk menumbuhkan jiwa kepedulian dan solidaritas antar sesama, juga untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Padang.

“Saya senang sekali melihat antusias masyarakat yang tinggi, khususnya mahasiswa UNP, kepeduliannya tinggi” ujar Irwansyah Lubis selaku Coorporate Secretary Bank Mestika.
Irwansyah mengatakan bahwa donor darah yang dilaksanakan ini nantinya bisa bermanfaat  dan untuk selanjutnya KSR PMI Unit UNP dapat meningkatkan lagi program lain untuk menunjukkan kepeduliaan terhadap sesama.

“Terima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan izin dan kesempatan melakukan kegiatan ini” ujarnya.

Acara kali ini begitu banyak menarik antusias masyarakat, bukan hanya kalangan mahasiswa UNP, tapi juga karyawan/staff di UNP dan prajurit TNI YONIF 133/Yudha Sakti. Kantong darah yang didapatkan juga melebihi target .

KSR PMI Unit UNP setiap periode nya selalu melaksanakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap 3 bulan sekali untuk membantu UDD memenuhi stok darah di Kota Padang.
setiap tahunnya, KSR PMI Unit UNP selalu mendapatkan pernghargaan dari Unit Donor Darah (UDD) Kota Padang sebagai Instansi Penggerak Kegiatan Donor Darah.

Kita sama-sama memahami, kebutuhan akan darah tiap tahun selalu meningkat, sedangkan stok darah yang ada terkadang tidak mencukupi kebutuhan darah. Tujuan KSR PMI Unit UNP menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai sosialiasi bagi seluruh civitas akademik Universitas Negeri Padang agar kegiatan ini menjadi gaya hidup.  Sehingga kesadaran mahasiswa untuk mendonorkan darahnya semakin terbuka.

Minat dan antusias mahasiswa UNP sendiri dalam menyikapi kegiatan ini terus meningkat. Terbukti setiap tahunnya kegiatan donor darah yang dilaksanakan KSR PMI Unit UNP terus mengalami peningkatan pendonor. 

Komandan KSR PMI Unit UNP, Ardanda Manjuto mengatakan bahwa kantong darah yang didapat berjumlah 483 kantong. “Semoga kerjasama yang dilakukan bersama Bank Mestika dapat berkelanjutan dan selalu mendapatkan dukungan pihak kampus secara penuh . Terima kasih kepada Bank Mestika yang telah bersama menyelenggarakan acara ini, semoga darah yang disumbangkan dapat bermanfaat untuk kebaikan umat manusia”ujarnya.

Acara ini merupakan bukti nyata Bank Mestika , UDD Kota Padang dan KSR PMI Unit UNP yang selalu konsisten menyalurkan baktinya.


selain kegiatan donor darah, KSR PMI Unit UNP juga selalu rutin untuk melaksanakan kegiatan seminar tentang donor darah, agar mahasiswa memahami kenapa mereka harus mendonorkan darahnya.

Hal yang melatar belakangi kegiatan ini adalah masih banyaknya mahasiswa sebagai pemuda dan kaum intelektual yang belum mengetahui tentang donor darah dan manfaatnya, sehingga masih ada ketakutan dan masih percaya dengan mitos-mitos yang beredar tentang donor darah. Menurut data juga diketahui bahwa kebutuhan darah di Indonesia masih kurang sehingga sering terjadi kesulitan utk memenuhi permintaan, ini dikarenakan jumlah permintaan dari pasien yang membutuhkan lebih banyak dari pada pendonor yang ingin mendonorkan darah.

kegiatan donor darah dan seminar donor darah akan selalu rutin diadakan oleh KSR PMI Unit UNP. Kedua kegiatan ini untuk menunjang kegiatan PMI untuk terus menebarkan bakti nya untuk negara ini.

ditulis oleh : Yardi Ramdani

Foto : KSR PMI Unit UNP

Rabu, 20 April 2016

KSR PMI Unit UNP : Donor Darah , Bukti Nyata Untuk Berbakti



Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Negeri Padang bekerja sama dengan Bank Mestika melaksanakan Aksi Donor Darah pada Rabu (20/4). Acara ini berlangsung di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP.

Acara ini merupakan rangkaian dari HUT Bank Mestika ke-61 yang bermaksud untuk menumbuhkan jiwa kepedulian dan solidaritas antar sesama, juga untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Padang.

“Saya senang sekali melihat antusias masyarakat yang tinggi, khususnya mahasiswa UNP, kepeduliannya tinggi” ujar Irwansyah Lubis selaku Coorporate Secretary Bank Mestika.
Irwansyah mengatakan bahwa donor darah yang dilaksanakan ini nantinya bisa bermanfaat  dan untuk selanjutnya KSR PMI Unit UNP dapat meningkatkan lagi program lain untuk menunjukkan kepeduliaan terhadap sesama.

“Terima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan izin dan kesempatan melakukan kegiatan ini” ujarnya.

Acara kali ini begitu banyak menarik antusias masyarakat, bukan hanya kalangan mahasiswa UNP, tapi juga karyawan/staff di UNP dan prajurit TNI YONIF 133/Yudha Sakti. Kantong darah yang didapatkan juga melebihi target .

Komandan KSR PMI Unit UNP, Ardanda Manjuto mengatakan bahwa kantong darah yang didapat berjumlah 483 kantong. “Semoga kerjasama yang dilakukan bersama Bank Mestika dapat berkelanjutan dan selalu mendapatkan dukungan pihak kampus secara penuh . Terima kasih kepada Bank Mestika yang telah bersama menyelenggarakan acara ini, semoga darah yang disumbangkan dapat bermanfaat untuk kebaikan umat manusia”ujarnya.

Acara ini merupakan bukti nyata Bank Mestika , UDD Kota Padang dan KSR PMI Unit UNP yang selalu konsisten menyalurkan baktinya.

Penulis : dhany1412

Senin, 29 Februari 2016

Kisah Cinta : Hai Senja..

Hai Senja...
Aku menyapa lagi, mari bercerita sebentar sebelum kau pergi , tentang hal yang masih sama.
Aku kembali meragu tentang hal yang dulu pernah aku katakan,
tentang hati yang tak tau kemana akan ditautkan.
tentang rasa yang tidak ku ketahui kemana berlabuhnya.
Masih tentang dulu, senja..

Aku meragu karena terlalu naif untuk mengakui tapi tak ingin kehilangan.
Rasa ingin memiliki tapi tak bisa terucap..
ketakutan akan adanya sesuatu yang beda nantinya.

Andai angin bisa membawa setiap rasa yang bergejolak dan akan kubiarkan dia pergi, agar lelah dan penat ini bisa terganti.
Merenung sejanak dalam alunan melodi "Monlight Sonata" yang seakan mengetahui hati yang sekarang sedang gundah. "Fur Elise" juga membawa diri ini masuk ke dalam lamunan yang terdalam tentang kenangan kita.

Memang tak selamanya tentang kesedihan, ada juga tentang bahagia.
Benang biru yang menyuratkan tentang kebahagiaan itu terlihat jelas.

Kau tau bagaimana rasanya tersisihkan sebelumnya pernah tertawa?
Kau tau bagaimana rasanya kehilangan setelah lama bersama?
meski tak terucap.

Hai senja....
Masihkah kau setia mendengarkan ceritaku?
Saat yang lain tak peduli.

Aku di sini tersisihkan.
Aku juga di sini kehilangan.
Aku berada dirasa itu senja...

Melupakan?
Mungkin itu yang tak bisa kulakukan ...Dan tak kan pernah ku lakukan.
karena semakin diri ini mencoba melupakan ,
Semakin dia tumbuh subur dalam ingatan.

Hujan juga membantu semua ingatan itu kembali. Renungan yang panjang bersama hujan.
Kenangan tentangnya juga tentang hujan.

Di sini aku hanya bisa bercerita denganmu senja....

:--1412
O

Selasa, 16 Februari 2016

PUISI : Tak tau Judulnya

hati tak akan pernah dusta,
saat rasa yang tak bisa terungkap ,
berada di ujung lidah dan tak terucap..
izinkan aku bersajak sebentar..
untuk menulis puisi yang dulu sempat tertunda...

tak terlihat ...
tapi semua itu nyata..

bersama senja yang mengantarkan matahari di ujung sana..
mentari sedikit malu-malu di balik awan..
seolah mengintip dan meledek ku di sini...
suara ombak memecah keheningan..

semua sibuk dengan kegiatannya..
semua sibuk dengan ketidak peduliannya...

sajak yang tak tau judulnya..
biarlah mengalir bersama jiwa yang hampa..

sajak yang tak tau judulnya..
menjadi pelipur lara...

sajak yang tak tau judulnya..
hanya bisa melalui kata-kata...


-1412
16-2-16

Senin, 18 Januari 2016

DIKLATSAR XXII KSR PMI Unit UNP



Sebanyak 107 peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) XXII Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Padang (UNP).

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 17 Januari 2016 di Kampus UNP dan Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman.

Diklatsar XXII ini diharapkan agar terciptanya generasi yang dapat menjadi penerus KSR PMI Unit UNP kedepannya.

"Dengan anggota baru yang berjumlah 107 orang ini, diharapkan dapat memajukan KSR PMI Unit UNP dan terciptanya relawan yang selalu tanggap", kata Ardanda Manjuto selaku Komandan.


Selama sembilan hari peserta diberikan bekal materi tentang ilmu kepalangmerahan. Seluruh materi yang diberikan berkoordinasi dengan PMI Kota Padang. Pelatihan yang dilakukan pun mengacu dan berpedoman kepada diklat 120 jam sesuai standar PMI.

Setelah menerima materi, peserta mengikuti kegiatan simulasi selama empat hari pada 14 hingga 17 Januari 2016 di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman.

ditulis oleh : dhany1412