Pages

RELAWAN

RELAWAN

Selasa, 27 September 2016

Perempuan yang ku tinggalkan

Hai senja...
Apa kabarmu hari ini ?
lagi lagi aku mengeluh kepadamu , mengadu tentang rasa yang sedang terombang ambing.
Hati yang saat ini sedang gundah, tentang makhluk yang namanya perempuan.

bolehkah aku sedikit bercerita senja ?
maukah kau untuk tetap mendengarkanku?

Aku ingin bercerita tentang seorang perempuan yang membuat jantungku ini berdetak lebih cepat dari biasanya. Berada disampingnya bagaikan terbuai dengan hembusan angin sepoy yang menyejukkan.
Perempuan berhijab yang masih setia dengan birunya, dengan tampilan modis dan menarik untuk dipandang.

Matanya yang terkadang sedetikpun aku tak sanggup untuk menatapnya, mata itu terlalu indah dan bersinar. Ditambah dengan hiasan senyum yang sekilas disembunyikan tapi menarik.

Senja begitulah kira-kira gambaranku tentang dirinya,

Taukah kau senja apa yang ku rasakan saat ini ? sebuah rasa yang sebenarnya paling ku takutkan, kehilangan.

Saat terakhir kali aku bertemu dengannya di dermaga kayu tepian sungai Indragiri, perasaan hatiku tak setenang riak air sungai yang kala itu memancarkan bayangan mentari, tak sesejuk angin yang menggoyangkan pucuk pohon bakau yang banyak di sepanjang tepian sungai. Aku yang tak rela rasanya untuk pergi,  tapi itu adalah pilihan yang harus ku ambil untuk kelanjutan hidup ini.

Aku berkata pelan " sampai ketemu lagi".
dia membalas "iya, sampai ketemu lagi, entah kapan itu" Kalimat pendek yang membuat hatiku ngilu.

perih mendengarnya, tapi kupaksa untuk tetap kuat.

maaf senja aku terlalu banyak mengoceh? tapi, waktuku yang singkat bersamamu di sore ini lah yang bisa kupakai untuk bercerita .


Saat itu demaga menjadi saksi bisu, separuh hatiku tertambat di sana, separuh lagi tetap kuat . kupaksa untuk menguatkan.

terakhir ku berkata kepadanya "tunggu aku" dengan lantang seiring berjalannya speed boat yang memisahkan kami seakan tak peduli, hanya bisa terus melaju memecah air sungai .

Aku pergi dengan janji menjaga hati ini. tak akan ada rasa yang membuatnya berubah.

Terima kasih senja sudah mau mendengarkan ceritaku. Aku harap kau tak bosan bila ku datang lagi dengan cerita lain.

1412

PUISI : Ajarkan Aku

Engkau hadir bersama sepoy angin yang membawa kesejukan 
ketika diri dilanda kesedihan...
Hadirmu.. 
kau ajarkan aku cara bahagia... 
kau ajarkan aku rasanya cinta 
kau ajarkan aku cara untuk tersenyum...
Engkau pergi bersama mentari di ujung senja... 
disaat jiwa mulai belajar untuk memahamimu... 
kau lupa... 
saat kau pergi.. 
Kau tidak ajarkan aku untuk hidup dengan sepotong hati. 
kau tidak ajarkan aku rasanya sepi 
kau tidak ajarkan aku cara merindu... 
1412 
3 Ramadhan 
8-6-16